Pekerjaan Waterproofing dan Tes Rendam

          Hi TJK Partners…..

Disini Team CV Tri Jaya Karya akan membahas mengenai pekerjaan waterproofing dan tes rendam. Apakah teman-teman disini pernah dengar tentang pekerjaan waterproofing? Klo mimin tebak, pasti pernah dong ya, J

Nah pekerjaan waterproofing ini bisa diaplikasikan dalam berbagai media, seperti pembuatan kolam, lantai kamar mandi, area ruang jemur, atap dak beton, ataupun penutup atap bukan cor. Pengaplikasian pekerjaan waterproofing ini ada sedikit perbedaan perlakuan pada setiap area, untuk area pekerjaan seperti kolam, kamar mandi, area ruang jemur, dan atap dak beton, biasanya setelah waterproofing pasti akan dilanjut dengan pengetesan rendam / tes rendam yang dilakukan biasanya selama 2 x 24 jam (2 hari). Tapi untuk waterproofing pada area penutup atap non cor seperti pertemuan dinding dengan spandek atau pertemuan antara nok genteng dengan atap genteng , biasanya tidak dilakukan tes rendam.

Jadi kami fokuskan pembahasannya pada pekerjaan waterproofing yang harus dilakukan tes rendam aja ya.

Gambar 1. Pekerjaan Waterproofing (Menggunakan Material Sikatop 107)

Jika lihat pada Gambar 1, ini adalah contoh pekerjaan waterproofing yang pernah team CV Tri Jaya Karya kerjakan, pekerjaan tersebut adalah untuk area ruang jemur. Lah  kok ruang jemur aja di waterproofing, kenapa emang?. Ya kan, ruang jemur ini akan menjadi area basah yang sering terkena air, apalagi posisinya bukan berada di lantai dasar, tetapi misal di lantai 2 atau lantai 3. Klo gak diwaterproofing, nanti lama-kelamaan air bisa rembes ke lantai bawah, apalagi klo cor betonnya ada celah retakan, wah malah ini gampang sekali rembes ke lantai dibawahnya. Klo udah rembes, nanti plafond lantai bawah basah dan rusak. Kan jadi gak nyaman rumahnya J

Pada Gambar 1 ini, pekerjaan waterproofingnya menggunakan material merk Sikatop 107. Ini bukan promosi loh ya J, tapi emang produk sika ini sudah terkenal untuk pekerjaan waterproofing, jadi ya kami pakai material ini, dan kebetulan material ini bentuknya seperti semen. Sebenarnya material untuk waterproofing ini bisa menggunakan merk lain, semua disesuaikan dengan budget dan juga keinginan costumernya. Untuk material Sika ini emang harganya agak sedikit mahal dengan teknik pengaplikasiannya sebanyak 2 lapis. Pertama area yang akan di waterproofing harus bersih dari kotoran dan debu, setelah itu dilembabkan dengan air yang fungsinya untuk merekatkan lantai beton dengan material waterproofing sika ini. Lalu barulah pengaplikasian material sika lapis pertama dengan cara di kuas sampai permukaan rata tertutup material waterproofing, kemudian tunggu sampai setengah kering, kemudian baru ditimpa lagi dengan lapis kedua.  Teknik pengaplikasiannya ini juga harus dibuat silang antara lapis pertama dengan lapis kedua seperti contoh gambar berikut :

Gambar 2. Pekerjaan Waterproofing Lapis 1 - Arah Horizontal


                                                          Gambar 3. Pekerjaan Waterproofing Lapis 2 - Arah Vertikal

Fungsi dari Teknik silang ini adalah untuk pengikat antara lapis 1 dengan lapis 2, sehingga lapisan waterproofing bisa saling mengunci dan kuat terhadap rembesan air. Lalu setelah pekerjaan waterproofing ini selesai, tunggu minimal 8 jam atau sampai lapisan benar-benar sudah kering, kemudian baru dilanjut dengan Tes Rendam yang berfungsi untuk mengetes apakah aplikasi waterproofing sudah benar atau tidak, jika tidak bocor maka aplikasi waterproofing sudah benar dan aman.

Tes rendam ini dilakukan khususnya jika menggunakan material Sikatop 107 adalah selama 2 x 24 jam atau 2 hari perendaman dengan air. Seperti terlihat pada gambar 4 dibawah ini. Pada saat perendaman dengan air, bisa dengan air biasa tanpa diberikan pewarna, bisa juga dengan air bisa yang diberikan pewarna. Nah disini, kami melakukan tes rendam dengan menggunakan air yang diberikan pewarna seperti terlihat pada gambar 5. Adapun fungsi dari pemberian pewarna ini adalah untuk mempermudah analisa kebocoran atau rembesan antara rembesan air yang dulu dengan rembesan air yang baru setelah dilakukan waterproofing.  Lalu jika selama 2 x 24 jam, tidak ada rembesan baru, maka waterproofing sudah aman, namun jika masih ada rembesan, maka titik yang masih terlihat ada rembesannya, harus di waterproofing ulang 2 lapis kembali di area yang ada bocor / rembesannya tersebut, kemudian di tes rendam kembali sampai benar-benar semua area aman dari rembesan / bocoran.

 

  Gambar 4. Tes Rendam dengan Air tanpa Pewarna

                                                        Gambar 5. Tes Rendam dengan Air dengan pemberian Pewarna